Perkawinan jika dilihat dari sudut biologis dimana pria dan wanita saling bercengkrama, berbagi mesra dan kenikmatan serta saling memberikan puncak keinginan sebagai makhluk seperti lainnya yang mesti menyalurkan hasrat sexsualnya, maka hal demikian masih dalam kategori memenuhi kebutuhan biologis yang secara normal mesti disalurkan. Semakin besar intensitas perhatian terhadap kemauan birahi, semakin besar pula